Langsung ke konten utama

Postingan

MENUNGGU LAMA

Aku memasang status cemas di laman sosmed-ku Mengintip di jendela akun-mu Dan jemari gemetar menggeser beranda-mu Menemukan fotomu di tumpukan tag temanmu Aku mondar-mandir di layar messenger-ku Hanya untuk mengirimkan bingkisan pesan rindu Namun tak jadi-jadi jua Sebab kuhapus sebelum menekan panah warna biru muda Aku sumringah dengan disapa rentetan chat-mu Yang mengambang di sisi kanan layar pipih itu Kau bilang, kau rindu Jelas aku tak percaya dustamu Kau yang membuatku menunggu lama Di pesan-pesan yang di-read saja Mana mungkin aku dengan mudah menelan rekayasa Catatan, 17 November 2020

RAKUS

 Berjalan di terangnya kenyataan Dasi-dasi tersampir rapi di jabatan Muka-muka terpampang penuh keyakinan Janji-janji diumbar menyakinkan Raga mulai duduk di kursi-kursi  Beban mulai diletakkan pada bahu kanan kiri Menjalani kewajiban yang tengah dikasihi Mulai menaruh pasti pada yang menanti Tangan-tangan seakan diulurkan Namun nyatanya penuh kepalsuan Senyum seakan pasti menghangatkan Namun diam-diam menikam dari belakang Dia merayap di tengah keramaian Bersembunyi dari tanya-tanya yang mulai mencurigakan Mengelak semua tuduhan Dia yang seharusnya menjadi panutan, Sekarang menjadi tikus menjijikkan Percuma janji-janji masa depan Yang diucap seakan penuh kepastian Dia rakus melahap milik bawahan Mulut dusta, ia jadikan jalan menuju kemenangan Untuk akhir yang bersimbah penyesalan Catatan, 11 November 2020 -Erka Ray

MALAM TEMARAM BERSAMA LUKA

Dari malam yang hanya membisu Merajut cemburu yang merindu cumbu Dipetiklah bintang satu persatu Membuat langit kosong dicekik sendu Angin dingin yang menyelingsing di lapisan kalbu Sampai pada dasar perih yang kau hantar tempo lalu Menyergapku didekapanmu yang dihangatkan rindu Malam temaram sendiri di sana Rindu bersedih saat mengelilingi rasa Yang tak kunjung berlabuh jua Malam temaram memaksa tawa dicampur nista Berbahagialah engkau yang tiba Sekedar untuk menyapa saja Memberi secangkir ceria Yang berampaskan duka Air mata hanya menumpang lewat untuk dihapus jejaknya Sama pula seperti bintang-bintang yang dipaksa turun dari tahtanya. Malam temaram bersama luka catatan, 25 Oktober 2020 -Erka Ray

AGUSTUS

Agustus, Di tanganmu kutitip alur ceritaku Memohon agar kau sudi menulisnya untukku Agustus, Di jejakmu Kutitip sejuta campuran rasa yang tak mampu kubawa pergi dengan jejak ku Di jejakmu, Aku jua akan menitip tumpukan rindu yang tak kunjung sampai pada yang kutuju Agustus, Di punggungmu aku titip beban pilu Tak mampu aku untuk menahannya lebih lama dari itu Agustus, Di matamu aku titip air mataku yang terkumpul di bulan lalu Berharap kau mampu menghapusnya untukku Berharap kau dengan ringan mengganti alasan turunnya air mataku Agustus, Padamu kutitip keluh-kesah bulan lalu Kutitip degup jantung yang tak menentu Kutitip penglihatanku dari melihat ia yang telah tak bersamaku Kutitip semua kenyataan yang seakan membunuhku Agustus, Di bulan lalu aku menanti akan ketibaanmu Maka jangan kau hidangkan aku kecewa dengan kehadiranmu Maka jangan buat aku remuk di waktu yang sebentar itu Agustus, Di saat kau mulai menyapaku Di situlah ia juga beranjak pergi dariku Di situlah ia tanpa sudi meliha...

BANYAK BERTANYA

Boleh kuselipkan bunga di jubahmu Seberapa indah bila bersamamu Seberapa wangi ia dibandingkan aromamu Seberapa pantas ia untukmu Mampukah ia menjadi penutupmu Bolehkah kulantunkan doaku Bisakah ia merangkulmu Bisakah ia menjadi penyatu jarakku Bisakah ia mendapatkanmu Boleh aku menulis dengan tintaku Seberapa dalam ia mengukir namamu Sebarapa panjang ia menulis ceritaku Seberapa sempurna ia melukis pelangiku Boleh aku mengalirkan airku Apakah bisa menyejukkan hatimu Apakah bisa menyatu dengan air matamu Aku terlalu banyak menyelipkan tanya Di daun-daun tua Yang hendak jatuh meski tak tahu kapan Yang akan melepuh di waktu yang tak ditentukan Aku terlalu riang menuangkan gula Pada kopi pahit yang ia tak suka Pada ujungnya aku yang meminumnya Manis dan pahit kuteguk bersama Catatan, 31 Juli 2020 ******* Puisi di atas adalah penggalan dari isi buku "Hujan Akhir Pekan" Yuk di order Baru PO loh. 😊🙏 Hubungi kontak : 083853170237

KENAPA?

 KENAPA? Erka Ray Kenapa pergi Jika harus pulang Kenapa kembali Jika akan pergi Kenapa ada waktu Jika kamu selalu terlambat Kenapa ada belati  Sedang perkataanmu lebih tajam dari itu Kenapa ada aku Jika tidak ada kamu Catatan, 01 September 2020

JANUARI DAN JUNI

 JANUARI DAN JUNI Erka Ray Kita adalah tubuh yang tak mau sudah Mencari arah yang kehilangan langkah Kita yang disapa banyak tempat Kini telah merasa penat Kita yang sama-sama dari Januari Menyeret kaki melewati Februari, Maret, April pula Mei Lalu kita bertemu di Juni Dan mengikat rasa di Agustus pagi Kita menyulam hari Yang dihiasi angka-angka yang merambat menuju minggu lalu menyapa bulan Kita pun menyapa sedih yang tertinggal di belakang hati Melambai tangan untuk menyudahi Di januari ada kita Pula di juni, ada sapa yang dikaitkan di rasa Lalu diikatkan di agustus dengan taburan bunga Kita akan membuat Januari dan Juni tanpa jarak Saking rapatnya, ia tak bisa bergerak Catatan, 26 September 2020