Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label #humor #lucu #fiksi #karyatulis

HUMOR "TINGGAL MULUTMU, NAK", Oleh: Erka Ray

Hari ini Sulastri dan anaknya aman pergi ke Jakarta, merantau. Sedangkan suami Sulastri sudah lebih dulu berangkat dua Minggu yang lalu. Tetangga-tetangga di desa mereka umumnya memang merantau ke ibu kota, dengan pekerjaan menjaga toko kelontong. Bahkan sudah ada yang sudah mempunyai toko sendiri, tidak lagi menjaga milik orang lain. Sesuatu jadwal di tiket Bus yang dia pesan dua hari lalu. Siang ini Sulastri sudah mengemasi barang-barang yang akan dibawa. Jam sepuluh tepat keduanya di antar oleh Dirman saudara laki-laki Sulastri, menunggu Bus di pinggir jalan raya. Tidak perlu ke terminal, karena terminal dengan rumah Sulastri jauh sekali. Bus yang ditunggu-tunggu akhirnya datang. Sulastri menyalami kakaknya itu, lalu naik ke dalam Bus. Tapi nasib sial, Sulastri yang tidak pernah bekerja jauh dan tidak terbiasa menggunakan Bus, akhirnya merasakan pusing dan hendak muntah. Sedangkan anak Sulastri yang bernama Firman sedang aktif-aktifnya mengenai dunia. Anak yang berumur 4...

HUMOR "ANGKOT RASA PAJERO", Oleh: Erka Ray

Pagi yang cerah. Secerah senyum-senyum penjual di pasar. Meski bau ikan begitu menyengat, amis di segala penjuru, suara bising klakson motor yang tidak sabaran, pula dilengkapi dengan suara ibu-ibu yang sibuk menawar. Akan tetapi, bukankah itu siluet yang indah jika diabadikan lewat foto. Ya kecuali bau ikannya sih. Kernet angkot sibuk mencari penumpang untuk angkotnya, begitu dengan supirnya. Selang beberapa menit angkot Slamet dan Supardi penuh. Suparti sebagai supir dan Slamet sebagai kernet. Keduanya kompak sekali memang kalau disuruh mencari menumpang. "Alhamdulillah," ucap keduanya ketika melihat angkot sudah penuh. Dua menit kemudian mereka berangkat. Di sela-sela perjalanan, terdengar bunyi handphone yang nyaring. Laki-laki dengan rambut modelan cepak itu langsung mengangkat telfonnya. Lumrah saja di dalam angkot kalau ada yang menelfon. "Iya, ada apa, Sayang." Laki-laki itu meninggikan suaranya. Nampaknya sang kekasih hati yang sedang menelpon. ...