Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label #cerpen#literasi#karya#fiksi#tulisan

CERPEN "SEBELUM GELAP" Oleh ; Erka Ray

 Petir di atas sana saling menyapa, saut menyahut. Malam ini hujan deras di desa kami. Malam yang terasa panjang untuk dilewati. Hawa dingin seakan-akan menusuk kulit menembus tulang. Ini bukan lebay, tapi memang betulan dingin.   Seharusnya malam ini orang-orang bersuka cita, duduk-duduk santai bercengkrama dengan secangkir kopi. Dan toples berisi kue dengan beraneka macam bentuk dan rasanya terpajang rapi di meja ruang tamu. Iya itu di rumah tetangga. Tapi malam ini hujan deras. Jadilah kue-kue itu dimasukkan kembali ke dalam lemari.  Sayup-sayup terdengar suara takbir berkumandang di masjid desa kami.  "An, bisa bantu Nenek sebentar." Suara panggilan Nenek membuyarkan lamunanku.  Aku membantunya memasak opor ayam. Masakan ini wangi sekali, masakan Nenek memang selalu enak, tidak tertandingi.  "Besok pagi-pagi buta sebelum matahari terbit, kita langsung beres-beres rumah biar tidak kesiangan buat ke makam," tuturnya. Nenek masih fokus d...

CERPEN "TIGA KALI" Oleh ; Erka Ray

 "huhhfff ...." Bukan suara apa, itu suara hembusan napasku. Lagi-lagi motor yang kukendarai ini bannya kempes. Sudah sekitar tiga kali, setiap aku melewati jalanan ini ban ku kempes, tertusuk paku. Siapa sih yang iseng begini nyebarin paku di jalanan.  Namaku Wahid seorang pekerja kantoran di salah satu gedung pencakar langit di daerah ibu kota. Jangan tanya yang mana, intinya yang tinggi itu. Waktu itu aku pernah terburu-buru harus ke kantor sudah hampir jam tujuh dan tentunya harus on time kan ke kantor, pas lewat di jalan ini ban langsung oleng, langsung kempes seketika. Ya sudah jika harus telat kali ini, aku sudah pasrah, toh sudah jam tujuh lewat. Kudorong motorku sekitar lima menit akhirnya menemukan tukang tambal ban.  "Kempes di mana motornya, Nak?" Bapak itu bertanya sambil cekatan melepas ban.  "Itu Pak di lampu merah sebelum jalan Niaga. Padahal saya lagi buru-buru sudah ngebut dari rumah, malah kena musibah begini."  Bapak tua itu masih fokus...