Langsung ke konten utama

PUISI "LAMARAN BULAN SABIT - MENCARI YANG TELAH TIADA", Oleh: Erka Ray

LAMARAN BULAN SABIT

Sedang kulihat amarahmu mengurung diri
Tubuh dicabik rembulan sabit yang kuintip tadi 
Sedang kulihat warna merah mawar
Sering dirundung pilu semalaman
Mengintip gaunmu yang dijahit
Bolehkah kita berkenalan sebentar
Berjabat tangan juga angan mencicipi kasihmu dan aku yang memuja bulan sabit
Meski separuh,
Utuh hanya ada pada hati kita 
Aku kikis perlahan dongeng-dongeng dibalik keberadaannya 
Kusuruh ia mengelus pipimu saja
Menabur tawa 
Pun, jika perlu kulamar binar-binar sabit di matamu

Sekian,
Aku datang membawa mawar
Agar amarahmu pudar 
Singkat kisah,
Aku datang dengan mataku yang ingin menatap matamu
Membisikkan jika rambutmu hitam pada malam-malam yang sedang rindang 
Pun rembulan sabit yang separuhnya telah dikecap lidahmu


Pamekasan, 20 Oktober 2023

***

MENCARI YANG TELAH TIADA

Jika bermaksud mencari aku
Aku tengah mencuri senyummu tadi
Jika hendak mencari aku 
Aku sedang memasangkan gaun untukmu esok hari
Hendak mencariku
Aku tengah tergesa-gesa ditinggal tubuhmu kemarin
Menduga-duga tak kembali
Berlari,
Bagaimana caraku sampai?

Hendak mencariku
Aku telah kabur bersama penglihatan matamu yang minus 
Motif pada gaunmu aku yang mengikrarkan janji
Ingin membawanya berdansa
Di luka-luka yang tengah menyembah tubuhku
Lalu seperangkat dengan air mata yang telah menjadi budak nista
Menangis di kaki yang malang menginjak mulutmu

Hendak mencari aku?
Apa aku dicari?
Cari aku di kata "telah tiada"


Pamekasan, 20 Oktober 2023

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESENSI NOVEL JANJI KARYA TERE LIYE, Oleh: Erka Ray

Judul Resensi: Sepanjang Janji Digenggam  Judul Buku: Janji Penulis: Tere Liye Bahasa: Indonesia Penerbit: Penerbit Sabak Grip Tahun Terbit: 28 Juli 2021 Jumlah Halaman: 488 halaman ISBN: 9786239726201 Harga Buku: -  Peresensi: Erka Ray* Penulis dengan nama asli Darwis ini terkenal dengan nama pena Tere Liye. Dunia buku dan tulis menulis tentu tidak akan asing lagi. Pria kelahiran Lahat Sumatera Selatan 21 Mei 1979 ini sudah mulai menulis sejak masih sekolah dimulai dari koran-koran lokal. Selain seorang penulis dia juga merupakan seorang Akuntan dan juga lulus Sarjana Ekonomi Universitas Indonesia (UI). Tere Liye memilih berbeda dengan penulis lainnya, dengan tidak terlalu mengumbar identitas dan jarang menghadiri seminar, workshop kepenulisan dan lain-lain. Novel Janji ini merupakan novel ke sekian yang telah ditulisnya. Mulai menulis sejak tahun 2005 dengan karya pertamanya yaitu "Hafalan Salat Delisa" yang telah diangkat menjaga film layar lebar. Selain itu j...

NOVELETTE - "KEPAL TANGAN", Oleh; Erka Ray

Pagi hari, kehidupan mulai menggeliat di sebuah pedesaan. Satu dua jendela rumah mulai dibuka oleh pemiliknya. Ayam tak berhenti berkokok sahut-sahutan dengan suara kicau burung di atas sana. Dari arah timur mentari mulai muncul. Cahayanya menyirami persawahan dengan padi yang mulai membungkuk memasuki usia panen, menyapa ladang penduduk dengan beranekaragam tanaman. Embun di rumput-rumput sebetis mulai menggelayut, diinjak oleh orang-orang yang mulai pergi ke ladang pagi ini. Menjemur punggung dibawah terik matahari sampai siang bahkan ada yang sampai sore hari.  Terdengar suara ibu-ibu memanggil seorang tukang sayur. Teriakan ibu-ibu memanggil anak-anak yang bandel susah disuruh mandi untuk berangkat sekolah. Teriakan ibu-ibu yang meminjam bumbu pada tetangganya. Kehidupan di desa ini sudah mulai menggeliat sejak subuh dengan suara air yang ramai di kamar mandi. Suara adzan yang nyaring sekali, terdengar kesemua penjuru.  Anak-anak berseragam dengan tas besar ter...

PUISI "SAJAK TOPLES KOSONG", Oleh: Erka Ray

Aku toples yang diambil pagi-pagi dalam lemari  Kemana aku dibawa Meja yang habis dilap itulah tempatku berada Aku toples yang dibuka dengan gembira  Tangan tuan rumah, tangan tamu-tamu menjamah isi dalamku Aku ditawarkan, "Mari makan" "Mari dicicipi" Aku toples yang gembira di hari raya Itu aku, Itu aku yang dulu Kemana aku hari ini? Aku adalah toples yang membisu di dalam lemari  Badanku kosong Tangan-tangan tua dan muda tak menjamahku Tuan rumah acuh kiranya, Kemana uangnya untuk membeli isi yang biasanya diletakkan pada tubuhku  Pun rumah ini sepi  Tuan rumah seperti mati di hari raya Di mana aku? Aku ada dalam lemari saat hari raya Aku tak diambil pagi-pagi untuk diletakkan di atas meja ruang tamu Tuanku tengah miskin  Tuanku tak ada uangnya Tuanku membuatku tak lagi diperlihatkan pada tamu-tamunya  Dan tuanku rumahnya tak bertamu Sumenep, 11 April 2024