Langsung ke konten utama

PUISI "KITA DAN PERJALANAN SINGKAT - MEMBENTUK CINTA", Oleh: Erka Ray

KITA DAN PERJALANAN SINGKAT

Kemarin udara berbisik di sela-sela kita yang sesekali berbicara
Satu dua kata dan kalimat yang tak aku denger 
Aku berdalih angin membawa suaramu kabur 
Dengan sesekali suara benturan helm kita 
Aku hanya mampu berdiam di belakang
Suara angin yang membentur angan 
Pun membentur baju kita 

Berkelok jalan 
Berkelok matamu menatap jalan 
Dan aku yang terpejam sebentar sembari membentuk mimpi-mimpi di baju batikmu yang berwarna coklat
Kontras dengan bajuku yang merah muda

Berjalanlah,
Kau bilang saat di dekat rumahmu
Sawah dan padinya yang kau ledek padaku
Dulu sebelum hiruk-pikuk ramai 
Kita pernah demikian yang lebih santai 

Hingga laju motormu mulai pelan
Kita sampai 
Di mana suatu tempat yang orang-orang telah menyebutkan banyak kalimat suka cita semalam 
Dan senyum tawa si pengantin


Pamekasan, 17 Oktober 2023

***

MEMBENTUK CINTA

Sampai tangan bersalam-salaman
Tawa senyum berjihad ingin membentuk cinta 
Kenangan dituang pada gelas-gelas berwarna coklat
Isinya yang tandas 
Bibir yang semakin penuh mengucap cinta 

Baju si pengantin yang berwarna ungu
Mari berbahagialah untuk hari ini 
Kami datang memenuhi undangan 
Satu dua tubuh saling bersenggolan
Katanya;
Kau lah ratu sehari untuk sekarang

Pada akhirnya berdebat mulut-mulut kami 
Piring-piring berisi lauk pauk sajian 
Nasi di hadapan, 
Kita habisnya
Saling sikut
Sebentar,
Kita bersua kata terlebih dahulu 
Berebut mengabadikan foto-foto singkat


Pamekasan, 17 Oktober 2023

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESENSI NOVEL JANJI KARYA TERE LIYE, Oleh: Erka Ray

Judul Resensi: Sepanjang Janji Digenggam  Judul Buku: Janji Penulis: Tere Liye Bahasa: Indonesia Penerbit: Penerbit Sabak Grip Tahun Terbit: 28 Juli 2021 Jumlah Halaman: 488 halaman ISBN: 9786239726201 Harga Buku: -  Peresensi: Erka Ray* Penulis dengan nama asli Darwis ini terkenal dengan nama pena Tere Liye. Dunia buku dan tulis menulis tentu tidak akan asing lagi. Pria kelahiran Lahat Sumatera Selatan 21 Mei 1979 ini sudah mulai menulis sejak masih sekolah dimulai dari koran-koran lokal. Selain seorang penulis dia juga merupakan seorang Akuntan dan juga lulus Sarjana Ekonomi Universitas Indonesia (UI). Tere Liye memilih berbeda dengan penulis lainnya, dengan tidak terlalu mengumbar identitas dan jarang menghadiri seminar, workshop kepenulisan dan lain-lain. Novel Janji ini merupakan novel ke sekian yang telah ditulisnya. Mulai menulis sejak tahun 2005 dengan karya pertamanya yaitu "Hafalan Salat Delisa" yang telah diangkat menjaga film layar lebar. Selain itu j...

PUISI "MURAHAN - CERITA PUTRI RAJA - YANG TAK BERTAPAK - KEHILANGAN", Oleh: Erka Ray

MURAHAN  Si murah sedang menulis kisah-kisah baru di buku yang menguning Si murah sedang menyatakan dengan lantang soal dirinya yang murahan Si murah tak bermoral menjilat sepatu sendiri yang kotor di depan halayak Si murah baru saja menghapus air mata sendiri Apakah si murah sudah tak layak menempatkan harga tinggi?  Semisal setara semangkuk mie yang mengepul asap baru dimasak Sumenep, 30 Januari 2023 CERITA PUTRI RAJA Aku pintar berbual Jika aku adalah seorang putri raja Gaunku indah sekali  Kalau disuruh ketika mungkin aku akan lepaskannya  Berbaring sendirian dalam pengaduan Aku tak tahu, aku putri yang seperti apa Aku pandai membuat cerita  Biar kukisahkan lagi soal tahtaku yang tinggi Saat menoleh aku telah terlampau jauh dari kalian Akulah putri raja yang tiaranya berdarah Nyawaku tersangkut di sana Suatu ketika di ceritaku Aku meninggal memeluk kain-kain lusuh Agaknya aku baru saja menulis Akulah yang akhirnya membuat cerita diriku yang mati  Malang...

CERMIN - "KISAH MAS BULAN", Oleh: Erka Ray

"Seperti Anjani yang kehilangan Mas Laut dalam tragedi demo tahun 1998 dalam novel 'Laut Bercerita', semoga Mas Bulan tidak pernah kehilangan siapapun dan apapun. Itu doaku. Doa sepintas saat kita bertemu." Aku tidak tahu siapa nama Mas Bulan, tapi karena wajahmu teduh layaknya bulan saat ditatap, maka aku menamaimu 'Mas Bulan'. Laki-laki pertama yang kutemui di bus, yang tidak basa-basi menyapa perempuan yang duduk di sebelahnya. Kau tak menyapaku sama sekali, Mas. Tak seperti laki-laki lain. Mereka para lelaki baik tua atau muda masih sering basa-basi menyapaku di dalam bus dengan berbagai perangai modusnya. Aku tak suka laki-laki atau siapapun yang mengajakku berbicara saat di bus. Aku mual, Mas. Aku sakit kepala, ngantuk bukan kepalang. Dan mereka masih basa-basi menyapaku, menggangguku yang hanya ingin menatap pemandangan dari kaca bus. Padahal aku sama sekali tidak terbesit untuk basa-basi mengajak berbicara siapapun di dalam bus. Kecuali, or...