ENGKAU AKHIRNYA
Jika tawamu hanya mampu sepersekian senti
Bersaing di antara bunyi nyaring kenalpot bus
Kernet yang asing dengan penumpangnya
Supir yang tak kenal pada barang-barang titipan di bagasinya
Senyum samar bingkai wajah tenang
Aku lumpuh menghamba di dekat pipimu yang masih gak terjamah
Waktu akhirnya menjadi penjawab
Ragu yang semula kusebut engkau adalah pelaku utama
Menjadi tokoh utama pada akhir malam yang telah larut
"Tidur," kata malam yang sedang kutembus nyawanya kala di belakangmu
Hanya aku yang sedari pagi terdiam di terminal
Dengan aspal basah bekas tangis langit yang ingin kamu bersembah berserah lama
Dan aku yang menjadi makmum yang menggempur dengan amin fasih
Hingga suatu ketika
Aku tak segan menyebutmu di beberapa kecap lidah yang sibuk berkata melebihi pemateri sebuah acara
Menjadi paling sering menduga-duga apa aku hamba yang telah bersujud karena senyummu kala itu
Pamekasan, 28 November 2023
***
AKU DAN TUHAN INGIN MENJADI TEMANMU
Kusebut syukur dengan lama
Apa aku adalah parasit di mukenah yang tak berhenti dipakai
Hingga suatu ketika
Aku mendekat pada sarungmu yang hendak dipakai bershalat
Aku membuntuti mimpi di sela tanganmu yang tengah menengadah
Izin, aku sebagai mukenah bermakmum di belakang tubuhmu
Sebab Tuhan, dan aku ingin menjadi temanmu
Bisa aku ikut
Aku hanya noda di belakang bajumu yang putih
Larik coklat yang telah lama tak kau basuh
Aku hanya sedikit ingin berhasil menjadi corak
Bukan noda tak berbentuk
Sebab pada akhir cerita,
Aku merayu Tuhan dengan fasih
Dengan lihai menyebut nama dengan maksud dan tujuan
Aku mungkin tak sanggup
Aku mungkin tanah di bawah kakimu yang diinjak
Bersujud kasih,
Aku berserikat dengan Tuhan untuk menjadi temanmu
Pamekasan, 28 November 2023
Komentar
Posting Komentar