Langsung ke konten utama

PUISI "EGOISKU BERSAMAKU DAN KAMU - BILA IA TAK KUTEMUI", Oleh; Erka Ray

EGOISKU BERSAMAKU DAN KAMU

Apa egoku terteguk habis tadi 
Saat duduk sejajar denganmu
Ibu-ibu warung datang dengan muka masam tak beribu sedikitpun
Aku yang di sebelah
Tak kau lirik meski sedikit melipir di asap-asap puntung rokok
Temanmu yang baru datang kau rangkul dengan penuh semangat

Apa egoku terkuras habis di tegukan kopi hitam pada lidahmu
Padahal aku tak bermain kata sedikitpun 
Ucap terima kasih pun,
Samar kurintih
Berbekal celetuk tajam ibu-ibu warung yang protes soal hutang tak dibayar 

Aku pulang,
Pun ego
Selamat
Aku gak rindu 
Meski sesekali kubasuh bersama kobokan butir-butir nasi sisa makananmu 
Selamat,
Pun aku pulang
Egoku sudah tak setinggi ikat rambut perempuan yang barusan lewat


Pamekasan, 27 Oktober 2023

***

BILA IA TAK KUTEMUI

Tak kutemukan 
Bila ia menjerit
Gigit telingaku jika tuli
Aku tak mendengar
Maki mataku jika tak melihat
Kucari tadi
Bernadi kukira ia memberi hati
Aku tak melihat
Tegur aku bila aku tak menoleh 

Tegur aku 
Bila ia merajuk panjang di sebelah
Mungkin murung sebab tak kutemui
Aku pun tak tahu
Sebab ia tak mau kupinang sebagai objek pandang

Mari sudah 
Aku tak temukan ia lagi
Bila mataku telah jili,
Kemana gerangan ia kucari
Ia mungkin pulang
Bukan padaku 
Saku-saku teman tempatnya berapa saat ini


Pamekasan, 27 Oktober 2023

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESENSI NOVEL JANJI KARYA TERE LIYE, Oleh: Erka Ray

Judul Resensi: Sepanjang Janji Digenggam  Judul Buku: Janji Penulis: Tere Liye Bahasa: Indonesia Penerbit: Penerbit Sabak Grip Tahun Terbit: 28 Juli 2021 Jumlah Halaman: 488 halaman ISBN: 9786239726201 Harga Buku: -  Peresensi: Erka Ray* Penulis dengan nama asli Darwis ini terkenal dengan nama pena Tere Liye. Dunia buku dan tulis menulis tentu tidak akan asing lagi. Pria kelahiran Lahat Sumatera Selatan 21 Mei 1979 ini sudah mulai menulis sejak masih sekolah dimulai dari koran-koran lokal. Selain seorang penulis dia juga merupakan seorang Akuntan dan juga lulus Sarjana Ekonomi Universitas Indonesia (UI). Tere Liye memilih berbeda dengan penulis lainnya, dengan tidak terlalu mengumbar identitas dan jarang menghadiri seminar, workshop kepenulisan dan lain-lain. Novel Janji ini merupakan novel ke sekian yang telah ditulisnya. Mulai menulis sejak tahun 2005 dengan karya pertamanya yaitu "Hafalan Salat Delisa" yang telah diangkat menjaga film layar lebar. Selain itu j...

PUISI "MURAHAN - CERITA PUTRI RAJA - YANG TAK BERTAPAK - KEHILANGAN", Oleh: Erka Ray

MURAHAN  Si murah sedang menulis kisah-kisah baru di buku yang menguning Si murah sedang menyatakan dengan lantang soal dirinya yang murahan Si murah tak bermoral menjilat sepatu sendiri yang kotor di depan halayak Si murah baru saja menghapus air mata sendiri Apakah si murah sudah tak layak menempatkan harga tinggi?  Semisal setara semangkuk mie yang mengepul asap baru dimasak Sumenep, 30 Januari 2023 CERITA PUTRI RAJA Aku pintar berbual Jika aku adalah seorang putri raja Gaunku indah sekali  Kalau disuruh ketika mungkin aku akan lepaskannya  Berbaring sendirian dalam pengaduan Aku tak tahu, aku putri yang seperti apa Aku pandai membuat cerita  Biar kukisahkan lagi soal tahtaku yang tinggi Saat menoleh aku telah terlampau jauh dari kalian Akulah putri raja yang tiaranya berdarah Nyawaku tersangkut di sana Suatu ketika di ceritaku Aku meninggal memeluk kain-kain lusuh Agaknya aku baru saja menulis Akulah yang akhirnya membuat cerita diriku yang mati  Malang...

CERMIN - "KISAH MAS BULAN", Oleh: Erka Ray

"Seperti Anjani yang kehilangan Mas Laut dalam tragedi demo tahun 1998 dalam novel 'Laut Bercerita', semoga Mas Bulan tidak pernah kehilangan siapapun dan apapun. Itu doaku. Doa sepintas saat kita bertemu." Aku tidak tahu siapa nama Mas Bulan, tapi karena wajahmu teduh layaknya bulan saat ditatap, maka aku menamaimu 'Mas Bulan'. Laki-laki pertama yang kutemui di bus, yang tidak basa-basi menyapa perempuan yang duduk di sebelahnya. Kau tak menyapaku sama sekali, Mas. Tak seperti laki-laki lain. Mereka para lelaki baik tua atau muda masih sering basa-basi menyapaku di dalam bus dengan berbagai perangai modusnya. Aku tak suka laki-laki atau siapapun yang mengajakku berbicara saat di bus. Aku mual, Mas. Aku sakit kepala, ngantuk bukan kepalang. Dan mereka masih basa-basi menyapaku, menggangguku yang hanya ingin menatap pemandangan dari kaca bus. Padahal aku sama sekali tidak terbesit untuk basa-basi mengajak berbicara siapapun di dalam bus. Kecuali, or...