Bentuk syukurku mejadikan senyummu tersemat lama di antara rembulan
Yang kau sebut bersinar pada suatu malam
Yang bersaing dengan gemerlap lampu
Pun wajahmu yang per sentimeter membentuk degup kencang
Hingga aku hanya berbisik amin di angin yang dingin selepas hujan
Aku memang si pincang yang melata di senyummu
Dengan pertanyaan darimu yang tertempel d kerudung
Kita akan kemana
Menuju ujung jalan yang kau sebut terlalu panjang untuk kakiku
Hingga tak ada cara bagi bentuk syukur untuk memanipulasi
Hanya tubuhmu yang tegap
Aku dibelakang merintih rindu
Tangan yang kulit bersentuhan
Entahlah, aku suka kau menyebut rembulan bersikap padaku
Dan bertanya apakah aku kedinginan selepas hujan
Pamekasan, 26 November 2023
*Manollah - Pamekasan, 25 November 2023
Komentar
Posting Komentar