APA SUDAH DEMIKIAN BUNGAKU
Bagaimana dengan bunga yang aku tanam di halaman rumah
Apakah sempat kelopaknya menyapa pipimu
Atau hanya sekedar lewat warnanya sebagai pengganti lipstik
Mengelus rambutmu yang tak hitam pekat
Dan mengucap salam dirinya di tanganmu
Apa kabar jika demikian
Apa bungaku cukup angkuh badannya menyambutmu
Mengucapkan kalau dia bukan raja
Tapi bunganya mengakar di singgasana
Apa bunga di halamanku sekarang bisa menyaringmu
Tidak ingin kamu yang menjadi ucapan masif di keluarkan mulut
Bungaku di halaman meminta kasih
Setelah sebulan tanpa hujan
Bungaku meminta rindu
Setelah semalam tanpa pelukan
Bungaku merintih sakit
Ucapanku membuatnya tersingkirkan
Pamekasan, 09 November 2023
***
KEHIDUPAN
Lincah burung mematuk padi
Si pemilih tunggang langgang menyuruh pergi
Sibuk mengoceh ibu di pagi hari
Mengitari halaman
Anak siapa bisa makan
Rumput sebetis diarit bapak tua
Halaman hijau dikotori masa
Hanya berbekas jendela rumah dibuka
Pagi menjelang siang orang mengaduh panasnya
Pagi datang dari timur
Meski hanya filosofi
Menggoes sepeda di tanah berdebu
Mata mengerjab-ngerjab,
Pulanglah pagi ini sayang,
Cucian piring menunggu di dapur tuan
Sejenak istirahatlah
Tuan mengusir burung di ladang orang
Berbaik hati meksi jam istirahat siang
Meneriaki si ibu agar anak pulang bermain
Hitam kulitmu, Nak
Ibumu mengomeli sambil memberi nasi
Hingga sore tetep pagi dipatuk burung
Kepalamu yang aduhai mengenang
Hingga tutup usia si senja di bawah kaki menuju surau
Panggilan Tuhan menyejukkan hati tiap orang
Pamekasan, 09 November 2023
***
KAU HARUS TAHU NAMAKU SEBAGAI APA
Ada nama di kertasku
Kenapa aku dilarang menulisnya lebih terang
Ada impian di penanya
Kenapa aku tidak boleh memegangnya
Ada segenggam kebanggaan jika aku datang
Kenapa aku disuruh mundur
Ada sedikit senyum jika aku maju
Percaya diriku bertambah
Kenapa aku tidak boleh menjemputnya
Sekali,
Mungkin dua kali,
Dulu pun demikian
Aku dipandang ada apanya
Aku dipandang tidak ada apa-apanya
Aku yang kau kira tidak tahu apa-apa
Lihat kertasnya
Namaku yang diberikan olehmu dulu tertera di sana
Bisa aku ke sana
Sedikit ingin kujelaskan,
Itu membanggakan
Bukan hal remeh saat dipandang
Aku ingin menjemput namaku,
Kau harus tahu itu,
Akan kuperlihatkan
Dia anggun saat ditulis seseorang sebagai apresiasi terhadapku
Katamu tidak usah,
Aku di belakangmu saja
Begitu kiranya kau gambarkan aku
Pamekasan, 09 November 2023
***
PATAH SEBELUM MAJU
Aku terluka
Aku patah
Aku tak tahu maksudnya
Aku sebelum maju
Aku yang mundur
Pegang bahu,
Mari, aku patah kesekian
Tersandung diri
Tubuh sendiri
Patah seribu tulang
Serentak di tanganmu
Aku di sana
Telah berhamburan tangis di jariku yang terluka
Aku ingin
Aku menginginkan
Aku patah sebelum maju
Pamekasan, 09 November 2023
Komentar
Posting Komentar