Langsung ke konten utama

PUISI "TELINGA BERDARAH", Oleh: Erka Ray

Aku hendak bicara
Panjang pembahasannya
Pun akan terlarut
Namun lihat,
Telinga mereka berdarah
Aku menjadi tangan yang menengadah
Merah tanganku,
Merah bibirku
Bungkam aku

Aku hendak berbicara
Perihal satu dua hal yang menyangkut senyummu
Pun kemarin
Pun hari ini 
Aku ingin menoreh banyak hal
Tak bisa
Lihatlah,
Telinga mereka berdarah
Mereka kehilangan antingnya
Pun antingku yang entah kemana


Pamekasan, 05 Oktober 2023

Komentar