Lancang sore ini
Langgar sepi sesudah anak mengaji
Berlari
Mengejar sore yang kian dikikis di matamu
Aku salah satu pengejarnya
Rumahku ikut kosong
Teriakan antara terima dan berserah
Atau malah pasrah
Sore-sore berkumpul di teras rumah
Dengan tubuhku hanya ikut hadir
Teriakan mengejar layangan putus
Toko-toko kecil yang menjual mainan berhadiah
Lebih menarik ketimbang wajahmu
Sore itu lancang sekali
Aku kira lama
Tubuhmu terkapar tak mampu
Yang harus kotolong
Memberi tangan
Diberi duri
Menegakkan tubuh
Kukira menghalau jalan
Malah berdiri melukai diri
Entah bodoh
Entah apa
Ternyata sore ini tak cukup mampu
Mengulang pagi hari
Ternyata tak sama
Sumenep, 03 Juli 2023
Komentar
Posting Komentar