Aku kehilangan sapu tangan
Pipiku basah
Pagi sekali
Padahal sisa-sisa pembakaran sampah tidak terbang pada mataku
Meski begitu,
Aku kehilangan saputangan
Aku kehilangan baju
Warnanya yang pudar
Tak bisa kubeli di toko lagi
Modelnya yang kusuka tak dijual lagi
Ada yang menawarkan baju baru
Aku memilih baju lama
Sayangnya aku kehilangan bajuku
Senyumku juga hilang
Pagi-pagi sekali kamu memberi kabar
Katanya, ada yang mencoba memberi cat pada pintumu yang warnanya suram
Aku mengangguk
Mungkin saatnya baru
Terlihat terang
Menggugah selera pandangan
Biar aku yang kehilangan
Biar aku yang mundur
Langkah kaki
Pun mataku
Saputanganku hilang
Pipiku basah
Bajuku hilang
Aku kedinginan
Sumenep, 02 Juli 2023
Komentar
Posting Komentar