Langsung ke konten utama

PUISI "AKU INGIN SEDERHANA", Oleh: Erka Ray

MATAMU YANG SAMAR 

Berjalan di setapak 
Luntang-lantung tak jelas 
Tak jelas matamu
Tak kupandang lagi 
Sederhana bajumu 
Putih kulitmu
Aku hitam di atas putih
Samar wajahmu 

Aku berpijak 
Dijunjung lidah ini 
Berkata tak ingin membunuhmu lebih jauh 
Dekap aku
Aku tersisih di sampingmu
Teduh matamu 
Aku terhalang menyanjungmu 

Aku pulang 
Pintu hati tak terbuka 
Luntang-lantung di matamu 
Sudah teduh 
Sudah rindang
Matamu tak kulihat 
Aku tersesat
Pulanglah,
Datanglah,
Aku tetap 
Aku meratap
Aku tak pindah kemanapun

Mataku kabur
Mataku tak menemukan dirimu 
Samar,
Pudar,
Tak kusanjung dirimu 


Sumenep, 06 Juli 2023

***

AKU INGIN SEDERHANA 

Biarkan aku mencintaimu dengan sederhana
Sesederhana selimutmu yang cukup tebal malam ini 
Biarkan aku menyatakan perasaan ini dengan sederhana
Seperti angin yang lewat depan rumahmu 
Biar aku sederhanakan
Mungkin seperti bantal-bantalmu malam ini 

Aku hanya ingin sederhana,
Tidak serumit saat kamu memilih baju untuk dipakai 
Pun tidak serumit menentukan warna kerudung dan lipstik
Aku ingin nyaman
Mungkin seperti baju gamismu tadi siang 

Aku ingin kita 
Mungkin seperti kumbang-kumbang memeluk bunga 
Aku ingin kita,
Kayaknya kamarmu malam ini yang cukup nyaman
Gelap,
Sedikit berguna
Aku nyaman memelukku dari balik mimpi

Aku ingin menyederhanakan
Tidak serumit saat mengetuk pintu rumahmu 
Meminta izin berkencan


Sumenep, 06 Juli 2023

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESENSI NOVEL JANJI KARYA TERE LIYE, Oleh: Erka Ray

Judul Resensi: Sepanjang Janji Digenggam  Judul Buku: Janji Penulis: Tere Liye Bahasa: Indonesia Penerbit: Penerbit Sabak Grip Tahun Terbit: 28 Juli 2021 Jumlah Halaman: 488 halaman ISBN: 9786239726201 Harga Buku: -  Peresensi: Erka Ray* Penulis dengan nama asli Darwis ini terkenal dengan nama pena Tere Liye. Dunia buku dan tulis menulis tentu tidak akan asing lagi. Pria kelahiran Lahat Sumatera Selatan 21 Mei 1979 ini sudah mulai menulis sejak masih sekolah dimulai dari koran-koran lokal. Selain seorang penulis dia juga merupakan seorang Akuntan dan juga lulus Sarjana Ekonomi Universitas Indonesia (UI). Tere Liye memilih berbeda dengan penulis lainnya, dengan tidak terlalu mengumbar identitas dan jarang menghadiri seminar, workshop kepenulisan dan lain-lain. Novel Janji ini merupakan novel ke sekian yang telah ditulisnya. Mulai menulis sejak tahun 2005 dengan karya pertamanya yaitu "Hafalan Salat Delisa" yang telah diangkat menjaga film layar lebar. Selain itu j...

NOVELETTE - "KEPAL TANGAN", Oleh; Erka Ray

Pagi hari, kehidupan mulai menggeliat di sebuah pedesaan. Satu dua jendela rumah mulai dibuka oleh pemiliknya. Ayam tak berhenti berkokok sahut-sahutan dengan suara kicau burung di atas sana. Dari arah timur mentari mulai muncul. Cahayanya menyirami persawahan dengan padi yang mulai membungkuk memasuki usia panen, menyapa ladang penduduk dengan beranekaragam tanaman. Embun di rumput-rumput sebetis mulai menggelayut, diinjak oleh orang-orang yang mulai pergi ke ladang pagi ini. Menjemur punggung dibawah terik matahari sampai siang bahkan ada yang sampai sore hari.  Terdengar suara ibu-ibu memanggil seorang tukang sayur. Teriakan ibu-ibu memanggil anak-anak yang bandel susah disuruh mandi untuk berangkat sekolah. Teriakan ibu-ibu yang meminjam bumbu pada tetangganya. Kehidupan di desa ini sudah mulai menggeliat sejak subuh dengan suara air yang ramai di kamar mandi. Suara adzan yang nyaring sekali, terdengar kesemua penjuru.  Anak-anak berseragam dengan tas besar ter...

PUISI "SAJAK TOPLES KOSONG", Oleh: Erka Ray

Aku toples yang diambil pagi-pagi dalam lemari  Kemana aku dibawa Meja yang habis dilap itulah tempatku berada Aku toples yang dibuka dengan gembira  Tangan tuan rumah, tangan tamu-tamu menjamah isi dalamku Aku ditawarkan, "Mari makan" "Mari dicicipi" Aku toples yang gembira di hari raya Itu aku, Itu aku yang dulu Kemana aku hari ini? Aku adalah toples yang membisu di dalam lemari  Badanku kosong Tangan-tangan tua dan muda tak menjamahku Tuan rumah acuh kiranya, Kemana uangnya untuk membeli isi yang biasanya diletakkan pada tubuhku  Pun rumah ini sepi  Tuan rumah seperti mati di hari raya Di mana aku? Aku ada dalam lemari saat hari raya Aku tak diambil pagi-pagi untuk diletakkan di atas meja ruang tamu Tuanku tengah miskin  Tuanku tak ada uangnya Tuanku membuatku tak lagi diperlihatkan pada tamu-tamunya  Dan tuanku rumahnya tak bertamu Sumenep, 11 April 2024