SILUET TERAKHIR
Habis senyum
Pulang gegabah
Sore di depan mata
Senja di emperan toko
Pintu kaca toko-toko tertutup
Malam beranjak menarik selimut
Siluet bajumu menghilang
Tertelan,
Bajuku demikian
Warna pudar
Tak sama denganmu
Siluet kita,
Duduk berirama
Emperan toko tertutup
Kita menepi sejenak
Pulang gegabah
Tak urung lagi
Tiba ditempat
Sepi sekali
Aku sendiri
Bayang-bayang agung sekali membuntutimu
Resah,
Aku pun demikian
Untuk kita
Sebab aku,
Pulang terlebih dahulu
Melepas genggaman yang tak erat
Pupus yang menepi di bibirmu
Tak merona lagi di pipimu
Ucapan terakhir
Menutup tubuhmu untuk berlalu
Sumenep, 01 Juli 2023
***
SEDERHANA
Aku mengetuk pintu rumahmu
Setalah sore pulang
Diiringi orkestra tawa-tawa anak-anak lelaki yang menjinjing sarungnya
Tanah lapang yang menjingga
Mulai rebah rebat di sebelahmu
Aku mengetuk pintu rumahku
Persilahkan aku duduk
Kamu masih berpakaian seadanya
Membersihkan rumah,
Sisa-sisa debu tadi siang
Tak lupa,
Jendelamu ku ketuk juga
Angin meriringan ikut masuk setelahnya
Tawa anak-anak perempuan melengking di telinga
Pohon-pohon mangga yang tak berbuah digunjingi tetangga
Aku meneguk teh setelahnya
Dan kamu masih masih sederhana
Aku pulang sore di halaman rumahmu
Saat sudah tak ada lagi rumput-rumput liar yang memanjang
Jalanmu cukup mulus
Pintumu ku ketuk
Aku duduk sebentar ya
Sumenep, 01 Juli 2023
***
JADILAH PELUKAN
Jadikan aku pelukmu
Atau biarkan aku menjadikanmu pelukku
Tempat kepala melepas penat
Tempat mulut mengaduh sakit
Tempat tubuh ingin bermanja
Bisa jadi tempat pelukku
Air di mata sudah lama meminta jatuh akan cintanya
Tempat di mana tanganku meraba wajahmu
Pun bibirmu mengucap namamu setelah amin
Pangkuanmu kosong
Aku izin memindahkan kepalaku sebentar
Setalah mengaduh sakit
Setalah rambutku kembali dirapikan
Atau jilbabku yang berantakan dirapikan
Mari peluk aku
Aku hanya bayangan yang memantulkan tubuhmu
Permintaan maaf sebab gelap dan terang bertabrakan di matamu
Aku memelukmu tanpa kau minta
Peluk aku pula dengan hal yang sama
Sumenep, 01 Juli 2023
Komentar
Posting Komentar