Langsung ke konten utama

PUISI 01 JUNI, Oleh: Erka Ray

TELAH MATI

Kamu bilang, "Menulislah sampai mati kalimat akhirmu." 
Aku menjawab, "Aku mati di lidahmu."
Demikian aku menyebutnya sebagai 'Kita'

Kamu berkata lirih,
"Buatlah aku mati di matamu." 
Aku menjawab,
"Aku membuat diriku sendiri mati di ucapanmu."
Aku urung bertemu malam
Aku urung bertemu siang
Aku bertemu tanah 
Butuh menjerit,
Kalimat akhir yang pahit 

"Apa aku yang membuatmu mati?"
Demikian pertanyaanmu
Jelas aku yang membuat kalimatku mati
Bersujud menghambakanmu 
Bertempat paling tinggi di paragraf pertama

Hingga akhirnya,
Tanah-tanah menjadikan aku salah satu warnanya yang coklat
Menghamba padaku yang telah mati 

Pamekasan, 01 Juni 2023

***

SISA BASAH DI WAJAHMU

Hujan katanya mampir di dekat matamu
Air mata lebih tepatnya
Riuh resah terbalut hampa
Namun bibirmu yang mulai mengering 
Tak ku temui lagi warna merah merekah

Hujan berkata, 
"Aku ujung nadimu yang sunyi."
Bisa berteman 
Terbiasa menyapa, "Hai."
Lantang suara 
Lancang tangan 
Aku hapus sisa-sisa hujan itu

Dahulu gerimis,
Masih tenang di dekat dekapanmu
Mulai gelisah 
Ditinggal pergi
Teduh menjadi harap-harap cemas yang luncur 
Berkecimpung di genangan
Kenangan tabu 
Ambigu diberi imbuhan

Hujan berkata, "Aku hanya basah yang membuatmu tak lagi kering."
Demikian,
Entah bermaksud menyesatkan
Atau menuntun pulang 
"Aku hapus sisa-sisa basah di wajahmu," katanya


Pamekasan, 01 Juni 2023

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESENSI NOVEL JANJI KARYA TERE LIYE, Oleh: Erka Ray

Judul Resensi: Sepanjang Janji Digenggam  Judul Buku: Janji Penulis: Tere Liye Bahasa: Indonesia Penerbit: Penerbit Sabak Grip Tahun Terbit: 28 Juli 2021 Jumlah Halaman: 488 halaman ISBN: 9786239726201 Harga Buku: -  Peresensi: Erka Ray* Penulis dengan nama asli Darwis ini terkenal dengan nama pena Tere Liye. Dunia buku dan tulis menulis tentu tidak akan asing lagi. Pria kelahiran Lahat Sumatera Selatan 21 Mei 1979 ini sudah mulai menulis sejak masih sekolah dimulai dari koran-koran lokal. Selain seorang penulis dia juga merupakan seorang Akuntan dan juga lulus Sarjana Ekonomi Universitas Indonesia (UI). Tere Liye memilih berbeda dengan penulis lainnya, dengan tidak terlalu mengumbar identitas dan jarang menghadiri seminar, workshop kepenulisan dan lain-lain. Novel Janji ini merupakan novel ke sekian yang telah ditulisnya. Mulai menulis sejak tahun 2005 dengan karya pertamanya yaitu "Hafalan Salat Delisa" yang telah diangkat menjaga film layar lebar. Selain itu j...

NOVELETTE - "KEPAL TANGAN", Oleh; Erka Ray

Pagi hari, kehidupan mulai menggeliat di sebuah pedesaan. Satu dua jendela rumah mulai dibuka oleh pemiliknya. Ayam tak berhenti berkokok sahut-sahutan dengan suara kicau burung di atas sana. Dari arah timur mentari mulai muncul. Cahayanya menyirami persawahan dengan padi yang mulai membungkuk memasuki usia panen, menyapa ladang penduduk dengan beranekaragam tanaman. Embun di rumput-rumput sebetis mulai menggelayut, diinjak oleh orang-orang yang mulai pergi ke ladang pagi ini. Menjemur punggung dibawah terik matahari sampai siang bahkan ada yang sampai sore hari.  Terdengar suara ibu-ibu memanggil seorang tukang sayur. Teriakan ibu-ibu memanggil anak-anak yang bandel susah disuruh mandi untuk berangkat sekolah. Teriakan ibu-ibu yang meminjam bumbu pada tetangganya. Kehidupan di desa ini sudah mulai menggeliat sejak subuh dengan suara air yang ramai di kamar mandi. Suara adzan yang nyaring sekali, terdengar kesemua penjuru.  Anak-anak berseragam dengan tas besar ter...

PUISI "SAJAK TOPLES KOSONG", Oleh: Erka Ray

Aku toples yang diambil pagi-pagi dalam lemari  Kemana aku dibawa Meja yang habis dilap itulah tempatku berada Aku toples yang dibuka dengan gembira  Tangan tuan rumah, tangan tamu-tamu menjamah isi dalamku Aku ditawarkan, "Mari makan" "Mari dicicipi" Aku toples yang gembira di hari raya Itu aku, Itu aku yang dulu Kemana aku hari ini? Aku adalah toples yang membisu di dalam lemari  Badanku kosong Tangan-tangan tua dan muda tak menjamahku Tuan rumah acuh kiranya, Kemana uangnya untuk membeli isi yang biasanya diletakkan pada tubuhku  Pun rumah ini sepi  Tuan rumah seperti mati di hari raya Di mana aku? Aku ada dalam lemari saat hari raya Aku tak diambil pagi-pagi untuk diletakkan di atas meja ruang tamu Tuanku tengah miskin  Tuanku tak ada uangnya Tuanku membuatku tak lagi diperlihatkan pada tamu-tamunya  Dan tuanku rumahnya tak bertamu Sumenep, 11 April 2024