Apa aku harus berpuisi untuk mengagumimu
Jika iya
Itu sebabnya kamu berpaling
Puisiku tidak seberapa
Pun tidak juga berarti bagimu
Jadilah puisi ini terdiam di bait terakhir
Aku hanya bisa menggambarkannya keanggunanmu yang indah
Lewat kertas A4 yang lagi-lagi penuh dengan coretan
Pandanganku selain dirimu juga ada puisi untukmu
Semoga berkenan pagi ini
Aku berpuisi lagi
Dengan mengucap janji
Meski tak seindah janji mentari yang datang setiap hari
Pun tak sepekat janji bawar untuk warna di bajumu
Yang jelas
Puisi ini lahir
Merosot dari bibirku
Berharap sampul pada telingamu
Meski terkadang,
Hanya luntur di pipimu
Terlalu banyak mudah puisi ini hilang
Tapi puisi ini untukmu yang ingin bersuara
Sumenep, 13 Januari 2023
Komentar
Posting Komentar