Aku berpuisi lagi
Di bawah atap rumah yang di kelilingi mendung
Resah
Khawatir badannya kebasahan
Langit-langit benar-benar mendung
Menutupi janji mentari untuk bersinar
Memanjakan embun yang masih erat memeluk lembaran daun
Menghijau bersama pesonanya
Pagi ini satu puisi ingin aku tulis
Di dekat daun yang memeluk erat rantingnya
Takut ini adalah momen terakhir
Puisi ini masih erat di mulutku
Terus diucap berkali-kali
Di tengah bisingnya tapal kaki anak-anak yang berlarian
Membelah pagi yang ingin tidur
Puisi ada di antara kesibukan Kota yang menduakannya
Tertumpuk pada tanah yang sudah beralih pada aspal
Sepagi ini atap-atap rumah kedinginan
Mendung di kepala seakan pertanda
Jika hari ini,
Janji semburat kuning redup di ujung bibir
Redup pula di tanganku dan tanganmu
Yang sibuk berpuisi lagi dan lagi
Mungkin akan hujan
Atau di puisiku yang kebahasaan janji
Yang tak seerat pelukan daun dan embun
Yang sejuk pada tubuhnya
Sumenep, 16 Januari 2023
Komentar
Posting Komentar