Apa pangkuanmu lambut
Saat aku ingin tidur
Melepas kesibukan
Melepaskan semua atribut di badan
Terlihat ilalang menggoda matahari
Merusak wajahnya
Wajahku juga jadi korbannya
Aku berharap pangkuanmu tak ternodai
Aku ingin meletakan kepala dan isinya
Beberapa hari ini tumpah di bibir langit yang hampir mengatup
Rapat,
Tapi aku paksa terbuka
Untuk tubuh-tubuh yang sudah miskin kata
Aku akhirnya masuk memeluk janji
Menjadikan diri di sebelahmu
Yang sebenarnya kupaksa dirimu untuk mau
Hingga aku nyaman
Melelapkan mata yang kelelahan
Masih berharap teduh di sampingmu
Saat riuh angin menjadi badai dalam bibir
Mengganggu wajahku yang lesu
Ingin beristirahat namun tak bisa
Sumenep, 13 Januari 2023
Komentar
Posting Komentar