Aku tidak mengharapkanmu utuh
Jika kamu emang separuh
Tidak mau tinggi
Jika kamu pendek
Aku menerimamu apa adanya
Aku kehabisan kata-kata untuk sekedar memberimu puisi pagi ini
Aku kehabisan senyum
Pun kehabisan tenaga
Seharusnya aku tidak kalah pada pagi yang sudah tua
Tapi pagi ini
Aku kehilangan semuanya
Saat rumahmu kembali dibuka
Aku sudah duduk di teras
Lagi-lagi perihal rumahmu
Yang aku puisikan
Tapi begitulah,
Seperti itu yang aku tahu jika menyangkut dirimu
Jangan merasa tidak terima
Rumahmu lagi-lagi adalah tempat teduh yang harus aku ceritakan
Dengan senyummu yang lagi-lagi menyejukkan
Pohon samping rumahmu bahkan kalah
Aku berpuisi lagi soal rumahmu
Semoga tidak apa-apa
Sumenep, 09 Januari 2022
Komentar
Posting Komentar