Kuat itu
Saat angin mendefinisikan dirinya sebagai penjahat cerita
Tega mencintai
Tega menjatuhkan
Pada saat mata mengeroyoki dirinya
Terdapat janji di sana
Kuat itu
Saat harus seikhlas daun jatuh
Terpisah jauh dari ranting-rantingnya
Terdampar di antara keinginanmu yang banyak
Tertumpuk
Terdiam
Berkata lirih, "Mungkin aku menuju padamu."
Kuat saat tangamu terjulur
Namun tak ada apapun
Kamu kuat
Saat bangkit lagi- dan lagi
Bukti jejakmu sampai dalam terukir
Kamu bangkit
Kuat itu seperti apa
Kamu bertanya padaku
Kuat itu,
Saat aku yang tak lagi meratapi usia baru
Justru berlari membawanya menuju pintu baru
Menawarkan janji kesuksesan
Tekat dengan tanganmu
Sumenep, 17 Januari 2023
Komentar
Posting Komentar