Dari sudut-sudut kota yang sibuk membajak namamu
Ada pengendara yang diam-diam menerobos lampu merah
Terang-terangan meninggalkan lampu hijau
Mempercepat di lampu kuning
Ada yang malah salah menyikapi rambu P yang bersilang
Mereka keliru
Kota bisuk
Bersiluet panas yang membuat kulit-kulitnya memohon
Sejuk pada pohon dicita-citakan tinggi
Sesak pada aspal dibenci
Meski sudah titip ban di kendaraan-kendaraan yang lewat
Menyakitimu masih menjadi tujuan utama
Memaki namamu
Wajahmu
Pada papan-papan tinggi
Terlihat jelas dibalik kaca mobil
Apa sesibuk itu hari ini
Tanah-tanah merubah diri jadi paving
Keras kepala layaknya dirimu
Pun tak bisa diyakini
Kalau esok dia berguna dan bisa disebut abadi
Sumenep, 14 Januari 2023
Komentar
Posting Komentar