Langsung ke konten utama

PUISI "DEKAT YANG RAPAT", Oleh: Erka Ray

 Seberapa rapat sandaranku padamu

Yang tidak mau diundurkan

Dikendurkan

Dan Direnggangkan

Aku merapat pada keningmu yang berkerut

Berpikir kenapa aku begini

Aku merapat pada pipimu

Ternyata dia sedang merona

Aku langsung berpuisi

Memintamu untuk lebih merona


Aku dekat

Sangat

Tidak mau membuat jarak denganmu

Dan jangan suruh aku

Sebab aku tak akan mau

Aku masih setia

Lihatlah samping kiri dan kanan

Aku menjadi angin yang usul menerbangkan bajumu

Aku ada di depanmu

Dekat

Menjadi tempat teduh yang sangat kau cari hati

Karena panas

Khawatir kulit terbakar

Padahal bentuk cinta mentari

Kau tepi menemuiku yang teduh



Kita rapat

Mendekat

Di keningmu

Di pipimu

Di baju-bajumu



Sumenep, 15 Januari 2023

Komentar