Aku sudah abadi di bibir langit sore ini
Dengan ilalang yang mulai jalang
Menggoda mata
Menghalangi pandangan
Aku abadi membaca cerita
Bukan dongeng
Hanya cerita pendek
Untuk mengganggu langit yang hendak tertidur
Setidaknya cerita pendek ini cukup menggetarkan atap rumah
Cukup membuat semburat kuning di barat sana semakin terang
Menggores dinding rumahmu yang agak kusam
Pula singgah pada matamu yang hampir menutup
Aku bilang,
Aku abadi di langit sore ini
Berbaju awan
Menari diiringi burung yang permisi pulang
Aku tetep abadi
Aku tidak menderita di cerita ini
Ceritaku membekas di bibirmu
Dalam sekali cintanya
Tapi tak bisa membuat langit terus terjaga
Senja pamit pergi pada akhirnya
Sumenep, 14 Januari 2023
Komentar
Posting Komentar