Angin masih teduh di bawah pohon Beringin
Mulai memoles wajah
Menunggu jawab
Terduduk diam
Lama menikmati untaian cinta
Orkestra dari burung,
Bersiul rapi
Seakan tak ada pagi yang siap jadi tempat
Angin masih bertengkar
Mulut dan hati yang tak sejalan
Di berpikir
Lama
Terdiam lagi
Merenung
Adakah jawaban selanjutnya
Pikirannya keras
Ingin pergi
Tapi lelah, ucapnya lagi
Beristirahatlah
Dia memutuskan tetap di sini
Menerima keadaan
Memeluk diri yang tak lagi rapi
Tapi suka dengan hati yang tenang
Dia tertidur
Di antara kenyataan yang rontok bersama daun
Siapa yang jahat
Dia tidak tahu,
Tanpa sadar dialah salah satu penyebab daun berpisah dengan rantingnya
Angin masih pulas di kisah ini
Sumenep, 07 Januari 2023
Komentar
Posting Komentar