Apa kamu menangis
Kenapa tangisanmu menjerit namaku
Aku penjahatnya, katanya
Aku iyakan
Kamu sedang bersedih
Biarkan
Aku akan membuat diriku menjadi penjahatnya
Kamu menangis
Padahal di tanganku sudah ada bunga tersedia anggun
Dengan kelopak yang kujahit untuk menjadi bajumu
Ternyata kamu bersedih
Mengatakan,
Aku lah penjahatnya
Mungkin iya,
Aku mengiyakan
Biarkan
Akulah yang paling jahat
Merebut cintamu yang sedang tertidur
Membawanya untuk mencintai
Menepis yang lain
Aku penjahatnya
Tak apa
Aku lebih bisa menerima
Jika kamu bersedih
Aku lah orangnya
Tanya aku
Apa yang aku lakukan
Mungkin aku membunuh senyummu berkali-kali
Hingga tidak ada kalinya lagi
Sumenep, 08 Januari 2023
Komentar
Posting Komentar