Pagi hari di rumah Bu Minah. Rupanya di sana sedang sibuk, nanti malam akan ada acara arisan. Di rumah Bu Minah saat ini sedang membuat sajian-sajian untuk dihidangkan nanti malam.
"Waduh ada yang kurang ini," ucap Bu Minah yang saat itu sedang membuat Jubede salah satu makanan khas kabupaten Sumenep. Kalau kepo langsung liat google seperti apa bentuknya. Salah satu bahannya ada tepung jagung. Nah itu dia yang kurang. Bu Minah lupa membelinya.
"Rika, Rika. Ke sini dulu, Nak," panggil Bu Minah pada anaknya yang masih berusia 5 tahun itu. Rika yang sedang asyik-asyiknya bermain di halaman pun masuk ke rumah karena dipanggil Ibunya.
"Kenapa, Bu?" tanya Rika.
"Tolong belikan Ibu tepung jagung di tokonya Bu Yati ya," suruh Bu Minah pada Rika anaknya.
Rika mengangguk. Lalu Bu Minah memberikan uang pada Rika.
"Ingat ya tepung jagung, Nak." Bu Minah mengingatkan anaknya lagi yang sudah setelah jalan keluar dari pintu rumah.
Selamat 15 menit. Rika yang disuruh membeli tepung jagung rupanya tidak datang-datang.
"Kemana anak itu, kenapa belum balik juga?" ucap Bu Minah sambil melihat pintu rumah.
Lalu yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Rika muncul dengan membawa bungkusan plastik hitam cukup besar.
Rika menyerahkan plastik itu pada ibunya.
"Lah kenapa jadi tepung sama Jabung yang kamu beli, Nak," ucap Bu Minah saa melihat isi plastik itu. Isinya tepung yang kemasannya biru itu satu kilo dan juga jagung yang sayur yang biasa dibuat olahan peyek.
"Tadi kan ibu bilangnya tepung jagung. Jadi aku bilang mau beli tepung sama jagung. Benar kan," ucap Rika tanpa merasa keliru.
"Walah nah bukan seperti itu." Bu Minah hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
Sekian
Diselesaikan di Sumenep, 09 Januari 2023
Komentar
Posting Komentar