Aku tunduk di kalimat akhirmu
Perihal langit yang tak henti gundah
Mempertaruhkan awan
Membuat hitam mataku saat memelukmu
Membuat kebas kalimat-kalimat pembuka
Kalau hanya aku yang kau korbankan jadi alat tulis
Pada akhirnya aku kembali pada kodratku menyakiti kertas untuk menulis namamu
Apa aku yang meminta maaf
Aku lagi-lagi tunduk menyuruhmu pulang
Ada aku yang kehilangan tinta hitam
Yang membuat mataku tak lagi bertuansa dua warna saat menyergap lewat pandang
Aku tunduk kau korbankan pada matahari pagi
Yang tak henti-hentinya membungkuk hormat
Permisi anggun pada tanah tempatmu berpijak.
Hati-hati saat menyentuh pipimu
Yang tak bisa kulakukan hari ini
Yang tak bisa kuangkat langkahmu untuk mendatangiku
Pamekasan, 07 Desember 2022
Komentar
Posting Komentar