Langsung ke konten utama

PUISI "TANPA JUDUL", Oleh: Erka Ray

 Gedung-gedung tinggi melebihi harapan yang dibangun

tiang-tiang lurus,

lebih lurus dari pendirianku

tidak bisa lebih rendah dari atap genting yang berlubang


Tangan-tangan menyelinap di antara kabut pagi dan mentari

saling adu kecepatan untuk maju

saling iri pada tangis yang lebih dekat denganmu

kaca-kaca yang berdebu masih lebih sering disapa tanganmu dibandingkan aku


Kita sudah tak layak bertanya

kaca ini untuk apa

jika hitam yang tak bisa digunakan untuk berkaca

dan gedung itu untuk siapa

dan langkah kaki ini mau kemana


Jalanan yang jadi background

dengan backsound pilu

tapi latar waktu yang tak menentu

dan aku sebagai tokoh figuran

yang berdiri tidak dipersilahkan duduk

yang ada di jalanan tapi tidak menepi


Sumenep, 28 Agustus 2022

Komentar