Langsung ke konten utama

PUISI "SEPENGGAL KISAH SAAT SUBUH", Oleh: Erka Ray

 Dari sudut-sudut gelap yang belum terdapat mentari

telinga lebih dulu disapa olehmu

dahi melanglang buana ke sampai ke tanah

saling membenturkan pelan

tangan juga tidak mau kalah menjunjung tinggi dirinya

ada ucapan ulang sedang dirajut pada langit


Tumbuhan-tumbuhan masih menunduk

tertidur pulas dari semalam

daunnya sendu sebab teringat akan jatuh

tapi selalu tahu kalau di berarti

tak lama

mereka didekap dengan kalimat-kalimat indah yang menyejukkan ke semua penjuru


Tubuh-tubuh tak rela meninggalkan kekasihnya

meringkuk di kata 'sebentar lagi'

hingga akhirnya sudah tidak tahu sampai di mana

Air tidak pernah iba saat di pagi hari

langsung menusuk dengan dinginnya

berusaha membangunkan

kita sudah harus saling berhadapan

meminta menengadah untuk diri sendiri

untuk di sekeliling kita

dengan tubuh-tubuh yang berpakaian rapi

kita mulai mencium tanah

mendekap diri dengan hidmat



Sumenep, 29 Agustus 2022

Komentar