Langsung ke konten utama

PUISI "BISA BERTANYA UNTUK SIAPAKAH", Oleh: Erka Ray

 Kaki ini terjatuh di matamu yang merah menyala

Kaki ini pincang di pembicaraan terakhir kita

kaki ini kesakitan saat akan melangkah bersama harapan kita


Bunga-bunga jadi background yang indah di rambutmu

dia bangga menyebut dirinya sebagai perindu

juga pecandu yang kehilangan jiwanya

Dia tahu dia gelandangan

tapi dia bangga dengan iming-iming yang gaetkan di telingamu


Kaki ini mengemis sambil terseok di lidahmu

meminta tempat di mana sekiranya yang nyaman

meski hanya tipuan

Jari-jarinya angkuh di pipimu yang ingin dia miliki

tapi juga dengki pada jari tanganmu yang mendahului


Apa kaki ini cukup?

apa kaki ini bisa bertanya,

Untuk siapa dia ada?

untuk siapa langkahnya yang tertatih?

untuk siapa dia dengki dan menjadi pecandu?

jika kulit berbaik hati jadi yang pertama menjawab,

maka sebutkanlah,

apa posisiku sebentar


Pamekasan, 26 Agustus 2022

Komentar