Langsung ke konten utama

PUISI "APA SUDAH TERIKAT", Oleh: Erka Ray

 Tali-tali yang kutabur di mukamu waktu itu,

telah menjerit lesu

merusak penglihatan yang sedang bermanja-manja dengan objeknya

menyakiti ludah yang terbuai pada kemanisan

padahal bukan diri sendiri yang sakit


Tali-tali ini singgah di matamu dengan anggun

mengikat kita yang terpaksa diikat

menyita waktu yang ingin cepat-cepat

bibir ini merah karena gelisah

ingin mengucapkan, tapi tetap ditahan


Jika menjadi angka di jam,

kita tidak pernah se dekat angka dua jam jam yang setia

tampaknya kita cukup jauh antara jam enam dan dua belas

apa kita cukup untuk itu?

jika tidak beri aku jalan untuk menyeret tubuh sendiri


Apa kita sudah terikat,

apa kita sudah saling menyakiti

meski tak pernah sesederhana Langit untuk bumi

tidak juga tanah untuk tumbuhan yang rela diracuni


Pamekasan, 24 Agustus 2022

Komentar