Langsung ke konten utama

PUISI "KONSPIRASI SEHARI-HARI" Oleh ; Erka Ray

Kata-kata dipotong tidak rata 

Padahal banyak yang berdiri di atas nestapa 

Dari jalan yang meminta rata

Atau yang meminta rata tapi hanya luarnya saja 


Padahal senja semakin dipangkas 

Tapi kertas-kertas berwarna terus masuk ke kantong tipis yang seolah bersahaja

Kamu yang mengumbar janji di depan kamera

Dengan bukti yang tak ada


Dari kolong meja 

Kamu menyelundup dan duduk tegap

Berdasi marga, berjas dusta

Menjilat jejak sendiri

Tapi kami yang ternistai


Dan hari ini, konspirasi menjadi hidangan sehari-hari

Perkataan digulung seakan roti

Lalu dimakan sendiri 

Dan kami mendapat remahannya di sini 


Kami mati dicekik dasi-dasi terikat rapi 

Kami sesak menghirup ketimpangan kanan kiri 

Puisi hanya remah yang berujung sampah 

Tapi sampah menipu dan dipajang di gedung megah 

Kami yang di bawah hanya bisa resah


Suara hanya bisa hilang

Dan kami akhirnya malang

Komentar