Langsung ke konten utama

PUISI "TUHAN BERKATA", Oleh: Erka Ray

Jika Tuhan telah berkata
Jangankan langit ingin mendung
Cincin emas akan segera berpindah tangan dari tanganmu pada tanganku

Jika Tuhan telah berkata
Segeralah aku memujamu yang lekuk tubuhnya siap menjadi kepala keluarga
Memberikan sekian rupiah 

Jika Tuhan berkata
Esok mendung hanya sekedar mendung
Lebih pekat warna jas yang akan dipakai olehmu

Jika Tuhan berkata jangankan abu hendak terbang
Sayap-sayap burung segera patah di depan rumahmu

Tuhan berkata;
Ia adalah yang paling mahir memahat
Oleh sebabnya ia memahatku dan kau dalam bingkai kaca
Ia yang paling pandai membuat
Oleh karena-Nya aku dan kau dibuat

Tuhan berkata;
Jika datang hari esok 
Seperti mendung yang segera pergi
Sebab yang mendukung hanya wajah-wajah yang gagal
; Segeralah gelar tikar-tikar paling bagus yang di punya
Ada sebongkah berlian dan seperangkat alat shalat serang diletakkan dalam nampan


Sumenep, 01 Februari 2024

Komentar