Langsung ke konten utama

PUISI "MENANGISI YANG SUDAH TAK ADA", Oleh: Erka Ray

 Agaknya kita harus menangis bersama pagi ini

Mengutarakan perasaan yang acak-acakan

Tidak menentu arahnya

Dan tujuannya

Ternyata sama saja

Kita harus berpisah di ujung jalan sana

Demi tujuan yang telah berbeda


Aku kira kira akan menangis bersama

Bersama mendung di atas rumahmu dan rumahku

Yang atapnya bocor

Membuat rembes ke dalam

Ruang tamu yang kedinginan

Dan taplak meja yang basah


Kita nyatanya menangis sendiri-sendiri

Tidak berdua di depan rumah

Aku di antah-berantah

Dan kamu yang entahlah

Kita sudah menjadi dua orang asing untuk usang

Yang sobek

Lama tidak berinteraksi dengan diriku

Kita sudah usai nyatanya


Kita menangis sendiri

Tentang apa?

Ternyata tentang kisah yang saat ini sudah tak ada




Sumenep, 20 Januari 2023

Komentar