Langsung ke konten utama

PUISI "AKU MALU-MALU MENGINGINKANMU", Oleh: Erka Ray

 Aku malu-malu

Jika harus mengutarakan rindu yang lagi-lagi resah mengucapkan syukur

Kalimat "Alhamdulillah" yang luluh dari bibir 

Menguntit hati bermesraan dengan hatimu 


Rasa syukur ini sesekali datang 

Meski datang dalam hal yang sederhana

Dengan jari manis yang masih terikat janji 

Semanis itu memang 


Aku masih malu memelukmu di antara adzan dan Iqamah 

Yang doanya cepat terkabul 

Aku masih malu juga,

Jika memintamu di malam yang sepi

Di antara kemesraan sajadah dan dahiku

Aku bahkan ingin memilikimu seperti layaknya embun yang mengecup pagi 

Membuka mata di dekat jendela

Lagi-lagi jendela ya ...


Aku malu 

Meski hanya untuk berucap,

"Aku menyelipkanmu di doa tadi."

Doa yang mungkin sudah menembus langit-langit dan langit

Siapa tahu nama kita sudah terpasang di sana

Saling mengait 

Hingga hanya soal waktu

Raganya juga ikut 




Sumenep, 27 Januari 2023

Komentar